Bisa kah kita bertemu jika kamu saja bukan milikku lagi? Apa aku hanya dapat melihat dirimu lewat gambar-gambar kecil yang ku simpan selama kita saling memiliki? Rindukah kamu dengan kita? Iya, kita yang selalu mencoba memperbaiki kesalahan ketika salah satu dari kita bersalah. Bahkan kita mencoba sabar ketika salah satu dari kita tidak ada yang mau di salahkan.
Apa kamu lelah untuk terus mencoba? Hingga kamu harus pergi dan aku harus tetap mencoba ; mencoba merelakan kamu, mencoba menerima keputusan kamu dan mencoba mencari pengganti kamu. Kamu pergi bukan berarti masa depanku pergi.
Bisakah kita yang sudah berbeda jalan dan tujuan bertemu kembali? Membayangkan kamu datang dan meminta ku untuk kembali saja sudah cukup senang. Senang hingga aku tak mampu menahan tarikan dari bibirku yang menciptakan sebuah senyuman tulus. Jika dia meminta ku kembali, aku akan tersenyum tulus, tapi sayangnya dia tidak pernah datang dan memintaku kembali, dan akhirnya aku hanya berpura-pura tersenyum.
Belajarlah membedakan senyuman wanita, wanita pintar berpura-pura tegar, berpura-pura bahagia, bahkan berpura-pura menjadi orang lain demi dicintai kekasihnya. Walaupun dia tau, menjadi seperti orang lain bukanlah hal yang baik untuknya. Tapi, wanita tidak pintar untuk berpura-pura menyayangi atau mencintai, karena sekalinya dia sayang, dia akan benar-benar menyayangi.
Berharap? Ya aku berharap, berharap kamu tidak pernah menemukan wanita tulus selain aku. Biarkan wanita itu tulus mencintai pria lain, jangan kamu. Dan jangan renggut harapan besarku..
Aku memang berharap, tapi jangan berikan harapan itu jika kamu menemukan pasangan yang kehadirannya membuat kalian sama-sama merasakan ketulusan. Karena jika itu terjadi, aku yakin aku juga akan menemukan pria tulus untuk ku.
Kini bertemu denganmu tak akan ku harapkan lagi, sudah tak akan ada kata "MENUNGGU" lagi. Kamu benar-benar pergi, dan aku juga harus benar-benar pergi..
Kini kepura-puraan itu tak akan untuk mu lagi, tak akan untuk kita lagi.
Egois, kecewa, menangis, tertawa, menyesal, mencoba, saling menyalahkan, candaan, setia, percaya kini tak akan ada lagi di antara kita, kamu menghilang, aku menghilang, begitu pun dengan semua itu yang ikut menghilang bersamaan dengan hilangnya "KITA."
Kita pergi meninggalkan kenangan di tengah-tengah perpisahan kita, hanya mampu melihat kita dalam sebatas gambar.Gambar yang kini ku simpan dalam meteran debu yang akan menimbunnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar