Bersama mu aku senang, bukan karena kesendirian ku berakhir, melainkan karena kamu berhasil mewarnai hidupku. Kamu datang menggantikan dia yang sudah mengganti warna hidupku dengan warna hitam, kelam.
Sehari, dua hari, satu minggu, satu bulan, kita saling dekat, bahkan lebih dekat. Tapi, terlalu cepat untuk ku nyatakan ini sebuah rasa cinta.. Dan akhirnya kamu pun juga terlalu cepat untuk pergi meninggalkan ku
Aku berfikir jika terlalu lama aku akan kehilangan kamu, tapi nyatanya? Takdir membawa kamu pergi jauh hingga tak ingin lagi mengenal siapa aku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Berfikir mengakhiri hidup? Tidak! Berfikir dia akan kembali? Tidak! Aku berharap, bukan berfikir. Beraharap kamu masih memikirkan aku, masih mengkhawatirkan aku, masih ingin melihat dan tau tentang kabarku.
Andaikan kamu layangan yang bisa ku dapat dengan menarik benangnya, dan melepasmu dengan memutuskan benangnya. Tapi sayang, kamu tak semudah itu untuk ku dapatkan apa lagi untuk ku lepaskan..
Kamu lupakan aku, kamu lupakan semua usaha yang ku lakukan. Aku tau aku bodoh, terlalu cepat berharap kamu menggantikannya, tapi ini perasaan yang tak bisa ku atur sendiri..
Untuk apa kamu datang dengan sejuta tawa dan senyuman hingga aku harus menyambutmu dengan kebahagiaan? Jika akhirnya kamu pun pergi meninggalkan ribu deraian air mata?
Perasaanmu berbeda, sampai-sampai semua yang aku lakukan sia-sia..
Nggak ada lagi sebuah harapan yang aku harapkan, ngga ada lagi semua kepastian, gak papa aku sendiri disini tanpa kamu, tanpa kata-kata cinta kamu lagi. .
Dan nggak ada lagi kisah kita..
Aku sanggup dan mampu nahan sakitnya di cuekin kamu, di abaikan kamu. Karena itu resiko aku bertahan, dan aku nggak boleh ngeluh karna ini pilihanku. Rasa TULUS yang menjatuhkan aku pada pilihan ini. Dan seharusnya kamu mengerti..
"Tapi aku disini tetep menunggu kamu kembali sampai kapanpun sebelum aku nemuin pengganti kamu yang bener-bener bisa gantiin posisi kamu di hati aku."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar