Jumat, 17 Mei 2013

Merindukan kehadirannya.

Malam ini aku menulis untukmu, aku merindukan kamu yang beberapa minggu lalu masih hadir di dalam rumah sederhana ini. Kesederhanaan hidupku mungkin membuat kamu tak menyukainya, tapi ini aku, ini hidupku..
Aku rindu kamu, rindu bertemu dengamu, rindu melihat kamu tersenyum, rindu melihat kamu sibuk memainkan ponselmu di hadapanku, rindu rangkulan darimu, rindu bersandar di tubuhmu yang menompang kenyamanku. Aku rindu semua itu..
Datanglah lagi kesini, ke rumah sederhana dimana tempatku menunggu kamu datang. Aku tetap berada disini menunggu kamu datang lagi meskipun itu tak akan mungkin.
Kamu maya yang beberapa waktu kemarin menjadi nyata, dan kini kamu menjadi semu.
Kamu indah yang beberapa wkatu kemarin membuat luka hilang, tapi kini kamu ikut menghilang dan menghadirkan luka baru.
Sehina apa diri ini hingga bertanya kabarmu saja tak kau perbolehkan? Sehina apa diri ini hingga memintamu berkunjung kesini saja tak kau hiraukan? Sehina apa diri ini hingga ingin berjumpa dengamu saja sudah tidak mungkin?
Hasrat ingin berjumpa denganmu hanya untuk memandangmu lagi, hanya untuk berbicara lembut padamu, hanya untuk mendengarkan setiap hembusan nafasmu. Aku berjanji tak akan lebih dari itu, hanya itu yang aku ingin lakukan dengan puas saat bertemu denganmu..
Sudah cukup keacuhanmu, kamu hilang memberontak tak sama dengan keinginanku.
Minimal bertemanlah denganku, hingga kesempatan mengenalmu masih bisa aku rasakan. Buka hatimu, jangan hanya membuka matamu, matamu tak seutuhnya bisa melihat ketulusanku, karna matamu tak bisa seutuhnya melihat kerisauan ini. Jangan hanya membuka telingamu, karna mendengarkan tentangku tak cukup untuk mendengar seperti apa aku melewati rasanya kau acuhkan. Buka ketiganya ; hatimu, matamu, dan telingamu.
Hatimu untuk mencoba menerima ungkapan ini, matamu untuk membaca apa yang ingin aku sampaikan, dan telingamu mendengar pertimbangan yang kamu dapatkan dari lingkunganmu untuk menentukan bagaimana ketulusan yang benar-benar ada. Maka kamu akan tau bagaimana seseorang mengharapkan kamu dengan tulus tanpa faktor lain apapun..
Dewasalah, karna aku sanggup bersedia membantumu dalam berlaku dewasa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar